Sabtu, 14 November 2015
Senin, 28 September 2015
#QURBAN : Lampiran Laporan Pelaksanaan Qurban 1436 H
Lampiran Detail Laporan Pelaksanaan Qurban 10 Zulhijjah 1436 H / 24 September 2015 M dapat dilihat di sini.
Kamis, 24 September 2015
Sabtu, 19 September 2015
#QURBAN : Data Calon Pequrban 1436H.
Data pequrvan dapat dilihat disini.
Label:
qurban 1436H
Lokasi:
Tangerang, Tangerang
Rabu, 02 September 2015
#QURBAN : Hikmah Larangan Memotong Rambut dan Kuku bagi Shohibul Qurban
Okt 02, 2014Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
Kita tahu bahwa setiap yang berqurban ketika masuk 1 Dzulhijjah maka dilarang memotong rambut dan kuku bagi yang ingin berqurban (tidak berlaku bagi istri, anak dan anggota keluarga lainnya). Namun apa hikmah dari larangan tersebut?
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئً
“Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berkurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut dan kulit yang tumbuh rambut sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 1977)
Dalam riwayat lain disebutkan,
إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ
“Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah (maksudnya: telah memasuki 1 Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin berqurban, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya.” (HR. Muslim no. 1977).
Larangan di atas berlaku saat sudah punya niatan berqurban, maka mulai dari 1 Dzulhijjah hingga hewan qurban disembelih tidak boleh memotong rambut, kuku, begitu pula kulit badannya.
Hikmah Larangan
Yang jelas tidak ada dalil tegas yang menunjukkan hikmah larangan di atas. Sikap seorang muslim mestilah sami’na wa atho’na, sekedar mendengar dan menjalankan.
Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa dengan tidak dipotongnya rambut dan kuku maka semakin sempurnalah anggota badan untuk bebas dari api neraka.
Ada pula ulama yang mengatakan bahwa hikmah yang dimaksud adalah karena menyerupai orang yang berihram (saat haji) yaitu kala itu dilarang pula untuk memotong rambut dan kuku. Namun ulama Syafi’iyah membantah karena orang yang berqurban tidak sampai meninggalkan bercinta dengan istri. Orang yang berqurban juga masih dibolehkan mengenakan parfum dan pakaian yang membentuk lekuk tubuh (seperti kemeja dan celana). Juga perbuatan lainnya yang di mana orang yang berqurban tidak sepenuhnya melakukan seperti orang yang berihram. (Syarh Shahih Muslim, 13: 127).
Yang Tidak Boleh Dipotong atau Dicabut
Intinya, larangan di atas mencakup larangan memotong rambut kepala, jenggot, kumis, bulu ketiak, bulu kemaluan. Begitu pula rambut badan lainnya dilarang untuk dipotong. Hal ini dikecualikan jika memotongnya karena tuntutan kewajiban seperti khitan bagi yang baligh, dan memotong tangan pencuri. (Lihat Mughnil Muhtaj, 4: 378).
Hanya Allah yang memberi taufik.
Selasa, 01 September 2015
#RENOVASI : Gambar Kerja Renovasi Masjid Al-Khaif Yang ke-2
Rabu, 26 Agustus 2015
Selasa, 25 Agustus 2015
Selasa, 18 Agustus 2015
Menjaga Ketertiban Anak-anak Saat Sholat Berjamaah di Masjid Al-Khaif
Mohon kesabaran jamaah Masjid Al-Khaif semua kami tidak bisa melarang atau mengusir anak-anak kita datang ke masjid saat pelaksanaan sholat fardlu, namun Insya Allah kami selalu berusaha menertibkan anak-anak kita dg cara :
- Bergantian menjaga ketertiban meskipun imam sudah memulai sholat dan baru mengerjakan sholat (menjadi masbuk) saat imam akan melakukan ruku' pada roka'at terakhir.
- Memberikan nasehat dan contoh yang terus menerus.
- Memberikan pengertian kepada orang tua untuk menjaga anak-anak mereka sendiri yang diajak ke masjid.
Usaha untuk menertibkan anak-anak kita tanpa melarang mereka ke masjid bukan hanya tugas DKM saja tapi tugas kita semua sebagai orang tua. Untuk itu mohon bantuannya untuk sesekali ikut bergantian menjaga ketertiban pada point #1.
Langganan:
Postingan (Atom)